Lapangan Apel Mapolda Jatim berubah menjadi lautan seragam pada Kamis pagi, saat Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, memimpin langsung Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026. Didampingi oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Pangdam V/Brawijaya, momen ini menjadi simbol kesiapan penuh menghadapi arus mudik dan perayaan Hari Raya Idulfitri yang hanya tinggal hitungan hari. Operasi yang akan berlangsung selama 13 hari ini melibatkan ribuan personel yang siap mengamankan jalannya mudik Lebaran tahun ini.
Dalam sambutannya, Kapolda menekankan bahwa apel ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan bentuk komitmen nyata untuk menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Proses persiapan yang matang telah dilakukan, termasuk dengan mengevaluasi kekurangan dari operasi tahun sebelumnya. Hasilnya, berbagai penyempurnaan strategi diterapkan agar pelaksanaan Operasi Ketupat kali ini bisa berjalan lebih optimal dalam melayani pemudik dan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
Kekuatan 16.326 personel gabungan dari TNI, Polri, dan instansi terkait seperti Dishub serta Jasa Raharja akan disebar ke 20.097 titik pengamanan. Untuk mendukung mobilitas dan pelayanan, sebanyak 238 pos telah didirikan, terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu yang tersebar di jalur-jalur rawan macet dan kecelakaan. Tidak hanya fokus di jalan raya, pengamanan juga akan menyentuh pusat-pusat keramaian, tempat ibadah, dan objek wisata yang dipadati pengunjung selama libur Lebaran.
Kapolda Jatim mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk gangguan atau membutuhkan bantuan di pos-pos yang telah disediakan. Ia juga mengingatkan bahwa keselamatan adalah prioritas utama dalam setiap perjalanan mudik. Dengan semangat kebersamaan, ia optimis pengamanan terpadu ini mampu mewujudkan mudik yang aman, lancar, dan penuh kebahagiaan bagi seluruh keluarga di Jawa Timur.(Avs)


0 Komentar