Angka Kecelakaan dan 17 Jiwa Melayang di Hari Ke-11, Polri Keluarkan Peringatan Keras untuk Pemudik


Di balik euforia arus mudik yang terus bergerak, ada angka yang tak bisa diabaikan. Memasuki hari ke-11 Operasi Ketupat 2026, Polri mencatat 251 kecelakaan lalu lintas dalam kurun waktu 12 jam, dari Minggu (22/3) pukul 18.00 WIB hingga Senin (23/3) pukul 06.00 WIB. Tragisnya, 17 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka berat dan ringan dengan total kerugian materiil mencapai lebih dari Rp314 juta. Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol. Marupa Sagala, menegaskan bahwa angka ini menjadi alarm keras bagi seluruh pemudik yang masih dalam perjalanan.

Selain kecelakaan, Polri juga mencatat 11 pelanggaran lalu lintas yang terdiri dari 5 kasus melalui sistem ETLE dan 6 pelanggaran non-ETLE, ditambah 5 teguran. Meski volume kendaraan yang keluar Jakarta melalui empat gerbang tol utama tercatat melonjak 65,79 persen dibandingkan hari normal, Polri memastikan bahwa arus lalu lintas saat ini mulai melandai dan telah kembali normal dua arah. Kebijakan rekayasa lalu lintas seperti one way dihentikan sementara berdasarkan evaluasi real time, namun masyarakat diminta tetap waspada karena arus balik sudah mulai menunjukkan peningkatan bertahap menuju Jakarta.

Kombes Pol. Marupa Sagala mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri saat lelah dan memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum perjalanan. Dengan prediksi puncak arus balik yang akan terjadi pada 24 Maret serta 28–29 Maret 2026, Polri bersama stakeholder terkait akan kembali memberlakukan rekayasa lalu lintas situasional, termasuk contraflow dan one way nasional dari KM 414 hingga KM 70. Keselamatan, tegasnya, adalah tanggung jawab bersama yang harus diutamakan di atas segalanya.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar