Kehadiran para pemangku kepentingan kunci dalam apel ini menegaskan bahwa urusan mudik adalah urusan bersama. Duduk berdampingan dalam barisan terdepan, tampak Dirut PT Jasa Marga Rivan A. Purwantono, Dirjen Perhubungan Darat Aan Suhanan, hingga Dirut PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin. Wajah-wajah serius namun optimis terpancar, menandakan bahwa koordinasi lintas sektoral yang selama ini digodok di ruang rapat kini siap diuji di lapangan. Menteri Pekerjaan Umum yang diwakili Wilan Octavian juga hadir, menunjukkan bahwa infrastruktur jalan tol dan non-tol telah masuk dalam hitungan matang untuk menyambut jutaan pemudik.
Di atas podium, Kakorlantas Agus Suryonugroho tak hanya memberikan arahan, tetapi juga menyuntikkan semangat juang kepada seluruh peserta apel. Ia menekankan bahwa keberhasilan Operasi Ketupat tahun lalu adalah modal, bukan tujuan akhir. "Tahun ini harus lebih baik," tegasnya, mengingatkan bahwa evaluasi dari tahun sebelumnya harus langsung diterjemahkan ke dalam aksi nyata di titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan. Apresiasi setinggi langit pun ia layangkan kepada Jasa Marga yang dinilai proaktif menginisiasi apel terpadu ini sebagai simbol kesiapan total stakeholder menjelang puncak arus mudik.
Lebih dari sekadar urusan buka-tutup jalan, Operasi Ketupat 2026 dideklarasikan sebagai operasi kemanusiaan skala besar. Negara, melalui hadirnya Polri, Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, BUMN jalan tol, dan asuransi, ingin memastikan momen spiritual dan sosial masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri berjalan khidmat tanpa gangguan berarti. Ini bukan hanya tentang mengatur laju kendaraan, melainkan menjaga ritme kebahagiaan jutaan keluarga yang ingin berkumpul dengan sanak saudara. Setiap rest area, setiap pos pengamanan, akan menjadi simpul-simpul pelayanan yang mencerminkan wajah negara yang hadir di tengah warganya.Menutup rangkaian apel, Irjen Pol Agus Suryonugroho kembali menggema-yahkan kekuatan kebersamaan. "Together we can, bersama kita kuat, dan bersama kita berhasil," pungkasnya, disambut tepuk tangan ribuan personel yang siap bergerak. Pesan ini menjadi penegas bahwa tak ada satu pun instansi yang bisa bekerja sendiri dalam urusan semegah mudik Lebaran. Kolaborasi, sinergitas, dan gotong royong di lapangan adalah kunci mutlak yang akan menentukan apakah tahun ini akan tercatat sebagai sejarah mudik paling lancar dan berkesan bagi seluruh pemudik Indonesia.(Avs)
.jpeg)

0 Komentar