Kemacetan panjang saat mudik mungkin akan menjadi kenangan manis di masa lalu berkat terobosan teknologi dalam Operasi Ketupat 2026. Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengungkapkan bahwa tahun ini, rekayasa lalu lintas seperti one way dan contraflow tidak lagi diterapkan secara asal-asalan. Semua keputusan didasarkan pada data akurat dari sistem traffic counting yang terintegrasi dengan pemantauan drone dan kamera. Dengan cara ini, petugas dapat mengetahui secara persis kapan harus membuka lajur tambahan atau mengalihkan arus. Hasilnya, pengaturan lalu lintas menjadi lebih responsif dan efektif dalam mengurai kepadatan. Masyarakat pun diharapkan dapat menikmati perjalanan yang lebih mulus dan menyenangkan.
Parameter teknis yang digunakan pun sangat jelas dan terukur, memberikan panduan pasti bagi petugas di lapangan. Misalnya, di jalan tol, contraflow satu lajur akan diaktifkan begitu volume kendaraan mencapai 5.500 per jam. Jika angka itu naik menjadi 6.500 per jam, dua lajur akan dibuka untuk memberi ruang lebih bagi kendaraan. Dan jika kepadatan terus meningkat, sistem one way tahap pertama dari kilometer 70 hingga 236 menuju Jawa Tengah siap diberlakukan. Di jalur arteri seperti kawasan Puncak, skenario serupa juga disiapkan dengan evaluasi rutin setiap sore. Semua ini adalah hasil dari tactical floor game yang melibatkan berbagai instansi terkait.
Tidak hanya di jalan tol, perhatian juga diberikan pada jalur-jalur wisata dan arteri yang tak kalah rawan macet. Di kawasan Gadog, sistem one way menuju Puncak akan diterapkan pada pagi hari di akhir pekan dan dievaluasi kembali berdasarkan volume kendaraan. Jalur Bocimi hingga titik rawan di Mengkreng, Jawa Timur, juga mendapat perlakuan khusus dengan skenario yang telah disiapkan. Polri juga menyiagakan personel di simpul-simpul pertemuan arus kendaraan untuk mengantisipasi penumpukan. Semua langkah ini diambil agar perjalanan mudik dan liburan masyarakat tetap nyaman. Dengan persiapan matang, diharapkan tidak ada lagi cerita tentang berjam-jam terjebak di jalan.
Di samping pengaturan lalu lintas, Polri juga memastikan bahwa keamanan di tempat ibadah dan destinasi wisata tetap terjaga. Petugas akan hadir untuk memberikan rasa aman, baik saat salat Idul Fitri maupun saat masyarakat berekreasi. Dukungan teknologi seperti drone dan body camera juga digunakan untuk memantau keramaian di lokasi-lokasi strategis. Dengan sinergi antara teknologi, personel, dan perencanaan yang matang, Operasi Ketupat 2026 diharapkan berjalan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Masyarakat pun diimbau untuk selalu mematuhi arahan petugas dan memanfaatkan layanan kepolisian jika membutuhkan bantuan. Selamat mudik, semoga selamat sampai tujuan dan berkumpul dengan keluarga tercinta.(Avs)
.jpeg)

0 Komentar