Bukan Sekadar Razia: Polres Bondowoso Bongkar Alur LPG 3 Kg dari Agen ke Dapur Rakyat


AKBP Aryo Dwi Wibowo, Kapolres Bondowoso, tidak mau ambil pusing. Di tengah riuhnya keluhan kelangkaan gas melon, ia memerintahkan anak buahnya turun ke akar masalah: agen-agen LPG. Senin (13/4/2026), tim gabungan dari Sat Reskrim yang dipimpin Iptu Wawan Triono serta didampingi Kanit Pidsus Ipda Bayu Aji Wicaksono bergerak menyusuri beberapa titik distribusi di Bondowoso, Jawa Timur. Mereka tidak datang dengan raut menakutkan, melainkan dengan daftar periksa ketat. Operasi kali ini bukan untuk menangkap, melainkan untuk memastikan tidak ada satu tabung 3 Kg pun yang meleset dari sasaran. Mulai dari proses pengisian, pengiriman, hingga cara agen menjual ke pengecer, semua dibedah. Tim bahkan melibatkan dinas terkait dari Pemkab Bondowoso agar pengawasan berjalan multi-sisi. Hasilnya? Belum ada temuan besar, tetapi sinyal peringatan sudah dikirim keras: Polres Bondowoso akan memburu setiap celah penyelewengan.

Yang menarik, pengawasan ini dibalut dengan pendekatan preventif, bukan sekadar represif. Iptu Wawan Triono menjelaskan bahwa setiap alur distribusi dicek langsung di lapangan untuk memastikan ketentuan harga eceran tertinggi (HET) tidak dimainkan. Ia menegaskan bahwa LPG bersubsidi adalah hak rakyat miskin, bukan komoditas yang boleh ditimbun atau dialihkan ke industri. AKBP Aryo bahkan menyebut bahwa stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok adalah harga mati. Melalui pemantauan rutin ini, Polres Bondowoso berharap bisa mendeteksi potensi kelangkaan sejak dini, sebelum masyarakat mengeluh. Penutup dari Iptu Wawan pun tegas: "Kami ingin memastikan bahwa LPG bersubsidi harus benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak." Dengan kata lain, jika ada yang berani main-main, Bondowoso bukan tempat yang nyaman untuk bermain api. (Avs)

Posting Komentar

0 Komentar