Dari Warung Nasi Ampera hingga Rancaekek: 20 Tahun Beroperasi, Ki Bedil Akhirnya Dibekuk Resmob


Senin (6/4/2026) pukul 15.45 WIB menjadi hari terakhir bagi jaringan penjual senjata api ilegal yang sudah beroperasi dua dekade di Jawa Barat. Tim Resmob Bareskrim Polri yang dipimpin Kanit 1 Satresmob, AKBP Harry Azhar, bergerak cepat menyisir sejumlah lokasi mulai dari Warung Nasi Ampera di Jalan Raya Cipacing, Kabupaten Sumedang. Di sana, petugas mengamankan AS yang diduga berperan sebagai perantara atau broker jual beli senpi gelap. Barang bukti pertama yang disita adalah satu unit pistol SIG Sauer P226 lengkap dengan magazen, satu sampel senjata laras panjang belum jadi, dua butir peluru kaliber 22, jaket hitam, dan tas pancing. Dari titik awal inilah pengembangan kasus mulai merambat ke lokasi yang lebih vital.

Setelah memeriksa AS, tim membagi personel menjadi dua kelompok. Tim pertama menyusuri kediaman pelaku di Rancaekek Kulon, Kabupaten Bandung, dan menemukan berbagai jenis amunisi dalam jumlah cukup banyak, mulai dari peluru berbagai kaliber, proyektil, hingga mata bor yang diduga digunakan untuk proses pembuatan senjata. Sementara tim kedua bergerak ke Rancaekek Wetan dan berhasil mengamankan terduga pelaku utama bernama TS, yang lebih dikenal kalangan pencari senpi ilegal sebagai "Ki Bedil". Dari tangan TS, polisi menyita empat buah popor senjata laras panjang serta sejumlah alat perakitan senjata api. Kombes Arsya Khadafi, Kasat Resmob Bareskrim Polri, mengungkapkan bahwa Ki Bedil dikenal sebagai ahli pembuat senpi ilegal jenis revolver, senapan, dan pistol.

Yang mengejutkan, jaringan ini sudah berjalan selama 20 tahun tanpa terendus aparat. "20 tahun beroperasi baru sekarang ditangkap," tegas Arsya. Para pembeli Ki Bedil kebanyakan adalah pelaku street crime dan pemburu liar, menjadikan keberadaan sosok ini sebagai ancaman serius bagi keamanan masyarakat. Kini, AS dan TS berikut seluruh barang bukti telah diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut. Polisi masih terus melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang selama ini ikut bersembunyi di balik praktik gelap yang sudah berlangsung dua dekade ini. (Avs)

Posting Komentar

0 Komentar