Harga cabai yang melambung tinggi kerap bikin pusing ibu-ibu. Tapi di Desa Ngadirejo, ada solusi yang tidak biasa: polisi. BRIGPOL Risky Munfarida turun tangan mengajarkan teknik jarak tanam cabai yang benar di lahan pekarangan warga.
Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) menjadi ajang edukasi langsung. Risky tidak hanya memantau, tetapi juga memberikan asistensi teknis agar tanaman tidak saling berebut ruang tumbuh.
AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, menyampaikan bahwa pendampingan teknis seperti ini adalah bentuk deteksi dini masalah pertanian. Dengan hadir di lapangan, polisi bisa melihat kesalahan yang sering diulang petani.
Di pekarangan milik salah satu warga, Risky mengukur jarak tanam lama yang terlalu rapat. Ia kemudian menunjukkan pola tanam ideal dengan bantuan tali dan ajir.
Kompol H. Ahmad Junaedi, Kapolsek Warujayeng, menegaskan bahwa pihaknya akan terus memobilisasi anggota untuk memberikan solusi nyata, bukan sekadar teori di balik meja.
Warga yang semula skeptis mulai berubah pikiran setelah melihat demonstrasi sederhana itu. Mereka sadar bahwa bertani juga butuh ilmu, bukan hanya tenaga.
Dengan jarak tanam yang benar, cabai-cabai di Ngadirejo diharapkan tumbuh lebih padat dan siap memperkuat ketahanan pangan keluarga.(Avs)


0 Komentar