Jumat pagi, 24 April 2026, menjadi hari yang tidak akan mudah dilupakan oleh para pengendara yang melintas di Jalan Barito Nganjuk. Bukan karena ada kecelakaan besar atau kemacetan panjang, tetapi karena mereka menyaksikan langsung bagaimana polisi lalu lintas bisa begitu hangat dan bersahabat. Program "Polantas Menyapa" yang digagas Satlantas Polres Nganjuk benar-benar mengubah stereotip bahwa polisi selalu identik dengan tilang, denda, dan raut wajah galak.
Salah satu pemandangan yang paling mengharukan adalah ketika Aipda Andi membantu seorang bapak tua yang sedang terburu-buru namun tidak memakai helm. Alih-alih menyuruhnya memarkir motor, Aipda Andi justru mengajaknya mengobrol tentang cucu-cucunya di rumah. Setelah suasana mencair, ia dengan lembut mengingatkan bahwa jika terjadi kecelakaan, siapa yang akan menjemput cucu-cucu itu dari sekolah jika sang kakek terbaring di rumah sakit. Sang bapak pun tersentuh dan berjanji tidak akan pernah lagi berkendara tanpa helm.
AKP Ivan Danara Oktavian, yang ikut turun langsung memantau kegiatan, menjelaskan filosofi di balik program ini kepada beberapa wartawan yang meliput. Menurutnya, penegakan hukum tidak harus selalu dengan kekerasan atau ancaman. Justru sentuhan kemanusiaan sering kali lebih efektif karena menyentuh akar masalah: ketidaktahuan, kebiasaan buruk, atau sekadar rasa malas. Ia menambahkan bahwa seluruh personel telah dilatih khusus untuk berkomunikasi dengan cara yang santun dan tidak menggurui.
Dengan antusiasme yang tinggi dari masyarakat, Satlantas Polres Nganjuk berencana untuk memperluas jangkauan program ini hingga ke pelosok desa. Mereka juga akan bekerja sama dengan sekolah-sekolah untuk mengajarkan pentingnya perlengkapan keselamatan sejak dini. Semoga suatu hari nanti, setiap warga Nganjuk yang menyalakan mesin motor secara otomatis akan memeriksa helm, spion, lampu, dan rem sebelum melaju, bukan karena takut polisi, tetapi karena sayang pada diri sendiri dan keluarga.(Avs)


0 Komentar