Bhabinkamtibmas Banjaranyar Bawa Misi Hijau: Pekarangan Sempit Disulap Jadi Sumber Protein dan Vitamin dari Sawi


Nganjuk tidak sedang menguji coba teknologi pertanian canggih. Yang terjadi justru gerakan membumi: memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sawi. AIPTU Pramu Sandita, Bhabinkamtibmas Desa Banjaranyar Polsek Warujayeng, pada Selasa (12/5/2026) turun langsung memantau program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B). Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa pendampingan oleh Bhabinkamtibmas ini adalah bukti nyata Polri mendukung ketahanan pangan nasional dari level paling bawah. Ia ingin masyarakat mandiri, tidak selalu bergantung pada pasar atau bantuan, terutama saat harga sayur melonjak. Sawi yang tumbuh subur di pekarangan adalah jawaban atas kekhawatiran itu.

Alasan pemilihan sawi sangat logis. Tanaman ini bisa ditanam di pot kecil, polybag, atau lahan sempit sekalipun. Masa panennya hanya sekitar satu bulan, sehingga warga bisa bergantian menanam dan memanen tanpa jeda panjang. Selain itu, sawi mengandung vitamin K, vitamin C, dan serat yang baik untuk daya tahan tubuh. AIPTU Pramu Sandita tidak sekadar memantau, tetapi juga mencatat perkembangan tanaman, berdialog tentang kendala hama atau penyiraman, dan memotivasi warga agar tidak bosan merawat. Kapolres Nganjuk menambahkan bahwa program ini juga menciptakan lingkungan yang lebih asri dan produktif.

Kapolsek Warujayeng Kompol H. Ahmad Junaedi menginstruksikan seluruh Bhabinkamtibmas di jajarannya untuk mengadopsi model serupa. Edukasi tentang pemanfaatan lahan pekarangan harus terus digencarkan, karena kesadaran masyarakat tidak tumbuh dalam semalam. Ia berharap Desa Banjaranyar menjadi pusat percontohan bagi desa-desa lain di Nganjuk. Jika setiap keluarga punya sawi sendiri di pekarangan, maka kebutuhan sayur harian tidak perlu lagi dibeli, dan uang yang dihemat bisa digunakan untuk kebutuhan lain yang lebih mendesak.

Melalui kegiatan monitoring yang terkesan sederhana ini, AIPTU Pramu Sandita dan jajaran Polsek Warujayeng membuktikan bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari tindakan sekecil menanam benih. Pekarangan yang tadinya kosong kini hijau oleh sawi, dan itu adalah simbol kemandirian yang sesungguhnya. (Avs)

Posting Komentar

0 Komentar