Bayangkan setiap pagi Anda bisa mengambil telur segar dari kandang kecil di belakang rumah, tanpa perlu keluar rumah atau mengeluarkan uang belanja tambahan. Inilah yang mulai dirasakan warga Desa Kampungbaru, Nganjuk, berkat pendampingan BRIGPOL Siti Muflihcatin, Bhabinkamtibmas Polsek Warujayeng. Pada Senin (25/5/2026), ia melakukan pemantauan terhadap pemanfaatan lahan pekarangan untuk ternak ayam petelur konsumsi rumahan milik warga binaannya. Langkah ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan nasional yang dijalankan Polri dari tingkat desa, membuktikan bahwa kemandirian pangan bisa dimulai dari halaman rumah sendiri.
Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, S.H., S.I.K., M.I.K., menyampaikan bahwa peternakan ayam petelur skala rumah tangga memiliki efektivitas tinggi karena perawatannya mudah dan hasilnya bisa langsung dirasakan keluarga. Satu ekor ayam petelur yang sehat dapat menghasilkan 4-5 butir telur per minggu. Dengan 6-8 ekor ayam, kebutuhan protein sebuah keluarga kecil sudah hampir tercukupi. "Polri melalui Bhabinkamtibmas terus mendorong masyarakat agar memanfaatkan lahan yang ada menjadi kegiatan produktif yang dapat menunjang kebutuhan pangan keluarga secara mandiri," ujar AKBP Suria. Pendampingan dari Bhabinkamtibmas menjadi jembatan antara warga dengan informasi dan motivasi untuk memulai.
Dalam kunjungan lapangan, BRIGPOL Siti tidak hanya memeriksa kandang dan kesehatan ayam, tetapi juga berdialog intensif dengan warga tentang tantangan yang dihadapi. Ada yang mengeluh tentang pakan yang mahal, ada yang bingung mengatasi ayam yang mogok bertelur. Dengan sabar, ia memberikan solusi praktis seperti memanfaatkan sisa nasi dan sayuran sebagai pakan alternatif serta menjaga kebersihan kandang secara rutin. Kapolsek Warujayeng Kompol H. Ahmad Junaedi, S.H., menambahkan bahwa pihaknya akan terus mendukung kegiatan anggota yang aktif memberikan pendampingan seperti ini. "Kami akan terus mendukung kegiatan anggota yang aktif memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan nasional," tegasnya.
Kegiatan pemanfaatan pekarangan untuk ternak ayam petelur ini diharapkan menjadi gerakan massal yang menular ke desa-desa lain. Tidak perlu modal besar atau lahan luas, yang diperlukan hanyalah kemauan dan konsistensi. "Kami berharap pemanfaatan pekarangan untuk ternak ayam petelur seperti ini dapat menjadi contoh positif bagi masyarakat lainnya agar lebih kreatif memanfaatkan lahan yang ada," ujar Kompol H. Ahmad Junaedi. Di Kampungbaru, ketahanan pangan tidak lagi sekadar wacana, tetapi telah berubah menjadi telur-telur segar yang setiap pagi dikumpulkan dari halaman rumah.(Avs)


0 Komentar