Siapa sangka, lahan pekarangan yang kerap dibiarkan kosong di Desa Kedungrejo, Nganjuk, kini berubah menjadi sumber pendapatan baru bagi warga berkat pendampingan aktif Bhabinkamtibmas BRIPKA Miftakhul Hadi, K. Pada Selasa (26/5/2026), ia melaksanakan pemantauan langsung terhadap usaha ternak ayam skala rumahan yang digerakkan warga binaannya, sebuah langkah sederhana namun terbukti memiliki nilai ekonomi tinggi. Selain bisa memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga akan daging dan telur, kelebihan hasil ternak juga dipasarkan ke tetangga dan sekitar, menambah penghasilan harian yang cukup berarti. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa pemanfaatan pekarangan untuk peternakan produktif adalah langkah nyata Polri dalam memperkuat ketahanan pangan dari akar rumput.
BRIPKA Miftakhul Hadi tidak sekadar datang lalu pergi, ia melakukan pengecekan menyeluruh mulai dari kondisi kandang, kesehatan ayam, hingga kebersihan lingkungan kandang agar ternak tetap sehat dan produktif. Dalam dialognya dengan warga, ia membahas pola pemeliharaan yang efektif, termasuk jadwal pemberian pakan, pencegahan penyakit, hingga manajemen limbah kandang agar tidak mengganggu kenyamanan tetangga. Peternakan ayam rumahan dinilai cukup efektif dikembangkan karena perawatannya relatif mudah dan tidak membutuhkan modal besar, berbeda dengan peternakan skala industri. Dengan pendampingan berkelanjutan, warga mulai melihat bahwa ayam-ayam di belakang rumah adalah tabungan hidup yang bisa dicairkan kapan saja.
Kapolsek Warujayeng, Kompol H. Ahmad Junaedi, memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kegiatan anggotanya yang aktif memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat. Ia berharap bahwa pemanfaatan lahan pekarangan untuk ternak ayam skala rumahan ini dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di wilayah Nganjuk. Menurutnya, banyak warga yang masih memiliki pekarangan luas namun tidak termanfaatkan secara optimal karena kurangnya pengetahuan dan motivasi. Dengan kehadiran Bhabinkamtibmas sebagai pendamping, Polsek Warujayeng optimis setiap keluarga bisa memiliki setidaknya beberapa ekor ayam yang bisa dijadikan sumber pangan sekaligus peluang usaha.
Melalui pemantauan rutin yang dilakukan BRIPKA Miftakhul Hadi, warga Desa Kedungrejo semakin termotivasi untuk tidak menyia-nyiakan pekarangan rumah mereka. Mereka mulai sadar bahwa dari lahan sekecil apapun, jika dikelola dengan tepat, bisa menghasilkan keuntungan ekonomi yang nyata setiap bulan. Polres Nganjuk berharap bahwa gerakan ternak ayam rumahan ini dapat direplikasi di seluruh desa binaan, sehingga ketahanan pangan nasional benar-benar tumbuh dari kesadaran kolektif masyarakat. Pada akhirnya, kandang ayam di halaman rumah bukan lagi pemandangan kampung yang kumuh, tetapi simbol kemandirian dan kesejahteraan yang dibangun dari gotong royong antara polisi dan warga.(Avs)


0 Komentar