Ada yang berbeda di upacara penutupan Latihan Kerja siswa Bintara Polri kemampuan Brimob di Polres Nganjuk, Kamis (7/5/2026). Tidak hanya seremoni baris-berbaris dan pembacaan laporan, tetapi juga pesan yang sangat personal dari Kapolres kepada para calon anggota Polri. Selama pelaksanaan Latja, para siswa telah dibekali berbagai pengetahuan teknis mulai dari observasi tugas kepolisian hingga materi dari masing-masing fungsi di Polres Nganjuk. Namun yang paling ditekankan di akhir kegiatan adalah dimensi spiritual dari profesi polisi, sesuatu yang tidak selalu tertulis dalam buku pedoman.
"Seluruh siswa telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan latihan kerja di Polres Nganjuk dengan sangat baik. Kami berharap seluruh siswa mendapatkan pelajaran berharga secara langsung, baik melalui observasi maupun penyampaian materi selama pelaksanaan Latja," ujar AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, dalam amanatnya. Ia mengakui bahwa Latja di Polres Nganjuk sengaja dibuat padat dan variatif agar para siswa mendapatkan gambaran utuh tentang tugas kepolisian. Mulai dari fungsi intelijen, reserse, lalu lintas, hingga pembinaan masyarakat, semuanya mereka rasakan secara langsung, bukan sekadar dari cerita.
Setelah menyampaikan apresiasi, Kapolres kemudian memberikan pesan yang paling dinanti. "Ambil contoh yang baik dari senior dan para pembimbing, tinggalkan hal-hal yang kurang baik. Jadilah polisi yang mampu menjadi pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat serta bekerja dengan ikhlas dalam setiap pelaksanaan tugas," tegasnya. Dua kata "ikhlas melayani" menjadi inti dari seluruh rangkaian Latja selama berminggu-minggu. Kapolres mengingatkan bahwa masyarakat tidak butuh polisi yang sombong atau hanya mencari popularitas. Mereka butuh polisi yang hadir dengan tulus, yang tidak mengharapkan imbalan di luar gajinya, dan yang tidak pilih kasih dalam menegakkan aturan.
Penutupan Latja ini menjadi akhir dari rangkaian pembelajaran lapangan siswa Bintara Polri TA 2026 di Polres Nganjuk sekaligus menjadi titik tolak perjalanan karir mereka. Kapolres berharap pengalaman berharga ini tidak menguap begitu saja, tetapi terus mereka ingat setiap kali memakai seragam. Para siswa pun beranjak dari Lapangan Apel dengan perasaan haru dan tekad baru. Mereka membawa bekal yang mungkin tidak akan pernah ditemukan di buku teks mana pun: pentingnya hati yang ikhlas dalam setiap tindakan. Polres Nganjuk menutup Latja tahun ini dengan bangga, karena telah mencetak calon polisi yang tidak hanya cakap, tetapi juga berhati baja yang lembut dalam melayani.(Avs)
.jpeg)

0 Komentar