Pagi Buta di Nganjuk, Pemuda Tanpa Helm Diganjar Teguran Manis Bukan Surat Tilang


Selasa pagi (5/5/2026) di tengah hiruk-pikuk kendaraan yang memadati jalan Nganjuk, seorang pemuda yang nekat melaju tanpa helm justru mendapat kejutan menyenangkan dari petugas Satlantas Polres Nganjuk. Bukannya ditilang dan dipusingkan dengan urusan surat bukti pelanggaran, ia justru diajak berdialog hangat dalam program Polantas Menyapa yang sedang berlangsung di sela pengaturan arus lalu lintas. Petugas menghentikan laju motornya, lalu dengan sabar menjelaskan fungsi vital helm standar SNI sebagai tameng utama otak saat terjadi benturan. Pemuda itu tampak terkejut sekaligus lega, karena yang diterimanya bukan denda melainkan edukasi yang membuka matanya tentang keselamatan berkendara.

AKP Ivan Danara Oktavian, Kasat Lantas Polres Nganjuk, mengungkapkan bahwa pendekatan humanis ini sengaja dipilih karena polisi tidak ingin dianggap sebagai musuh pengendara. "Masih banyak pengendara yang menganggap penggunaan helm sebagai hal sepele, padahal ini menyangkut keselamatan jiwa," tegasnya melalui keterangan resmi. Dalam program Polantas Menyapa, petugas tidak hanya mengatur lalu lintas tetapi juga menyisipkan pesan-pesan keselamatan secara langsung kepada pelanggar ringan seperti pemuda tersebut. Cara ini dinilai lebih efektif karena pelanggar bisa bertanya dan berdiskusi, bukan sekadar menerima lembaran tilang yang mungkin langsung dilupakan setelah membayar denda.

Risiko fatal akibat tidak memakai helm menjadi topik utama dalam edukasi tersebut. Petugas menjelaskan bahwa pada jam-jam sibuk pagi hari, kepadatan kendaraan meningkat drastis sehingga potensi kecelakaan juga ikut membumbung tinggi. Jika terjadi tabrakan atau jatuh dari motor, kepala adalah bagian tubuh yang paling mungkin terbentur aspal atau kendaraan lain. Tanpa helm, benturan sekecil apa pun bisa menyebabkan pendarahan otak, koma, atau kematian. Pemuda yang semula acuh tak acuh mengangguk-angguk paham, bahkan mengaku baru sadar bahwa helm bukanlah sekadar atribut untuk menghindari razia.

Satlantas Polres Nganjuk berharap melalui teguran langsung di lapangan, masyarakat akan menumbuhkan kesadaran dari dalam diri, bukan karena takut polisi. AKP Ivan Danara menambahkan bahwa program Polantas Menyapa akan terus digencarkan untuk menanamkan budaya disiplin, aman, dan berkeselamatan di jalan raya. Masyarakat diimbau untuk menjadikan helm standar SNI sebagai kebutuhan utama sebelum berkendara, bukan sebagai barang opsional yang bisa dipakai atau tidak tergantung situasi. Karena di jalan raya, tidak ada yang bisa menjamin kapan kecelakaan terjadi, tetapi kita bisa memastikan kepala kita tetap terlindungi setiap saat.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar