Nganjuk - Kata "panen" biasanya identik dengan kebahagiaan, berkah, dan hasil jerih payah yang memuaskan. Namun bagi Aipda Romi R., Bhabinkamtibmas Desa Nglinggo, Kecamatan Gondang, ada satu "panen" yang tidak boleh terjadi: panen sepeda motor oleh maling. Pada Senin (8/6/2026), di sela-sela pemantauan panen bawang merah warga binaannya sebagai penggerak ketahanan pangan, ia menyisipkan pesan yang membuat para petani tersentak: “Bapak-bapak, motor yang diparkir sembarangan tanpa kunci ganda itu seperti sayur siap santap bagi pelaku curanmor. Jangan sampai hasil panen bawang merah yang melimpah harus terkuras untuk membeli motor baru.” Imbauan yang disampaikan dengan gaya lugas ini langsung mengubah suasana dari euforia menjadi kewaspadaan.
Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa langkah Aipda Romi adalah contoh sempurna dari peran Bhabinkamtibmas modern: tidak hanya menjadi polisi yang menjaga keamanan secara pasif, tetapi menjadi agen perubahan yang aktif mengedukasi masyarakat. “Polri melalui Bhabinkamtibmas terus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman sekaligus mendukung produktivitas para petani agar kegiatan pertanian berjalan lancar dan kondusif,” ujar AKBP Suria. Menurutnya, pendampingan di sektor pertanian tidak akan optimal jika rasa aman petani terganggu oleh kekhawatiran kehilangan kendaraan. Oleh karena itu, pesan tentang keamanan motor harus selalu disampaikan, terutama saat momen-momen ramai seperti panen raya.
Di lapangan, Aipda Romi melakukan pengecekan hasil panen bawang merah yang memang terlihat melimpah dan berkualitas. Namun matanya juga awas memeriksa di mana para petani memarkir sepeda motor mereka. Ia menemukan beberapa motor diparkir di semak-semak dekat ladang, tidak terlihat dari jalan raya, dan hanya terkunci stang standar. Kepada pemiliknya, ia memberikan sagar: gunakan kunci gembok tambahan, parkir di lokasi yang lebih terbuka, dan jika perlu, bentuk sistem ronda di antara petani untuk saling mengawasi kendaraan. Petani yang mendengar penjelasan tentang modus curanmor yang sering terjadi di area persawahan menjadi lebih paham dan berjanji akan lebih berhati-hati.
AKP Sugina, Kapolsek Gondang, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong anggota untuk melakukan pendekatan preventif seperti ini. “Kami berharap masyarakat semakin peduli terhadap keamanan lingkungan dan barang miliknya sehingga aktivitas pertanian dapat berjalan aman, nyaman, dan hasil panen tetap terjaga,” ujar AKP Sugina. Dari ladang bawang merah Nglinggo, Aipda Romi meninggalkan pesan yang melekat: bahwa panen yang sukses adalah panen di mana petani pulang dengan hasil tani dan kendaraannya utuh. Jangan sampai kebahagiaan memanen bawang merah harus dibayar dengan kesedihan kehilangan motor. Dan di situlah peran Bhabinkamtibmas sebagai pengingat menjadi sangat berharga, karena kadang-kadang, yang paling dibutuhkan petani bukan hanya penyuluh pertanian, tetapi juga polisi yang peduli pada motor mereka.(Avs)
.jpeg)

0 Komentar