Di Desa Bungur, Kecamatan Sukomoro, Nganjuk, tanaman bawang merah yang membentang di lahan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) bukan sekadar pemandangan hijau yang indah, tetapi juga simbol perjuangan ekonomi warga. Pada Kamis (4/6/2026), Bhabinkamtibmas Bripka Heru P. hadir untuk memastikan bahwa perjuangan itu tidak sia-sia di menit-menit terakhir menjelang panen. Dengan nilai ekonomi yang cukup tinggi, bawang merah menjadi komoditas yang sangat menarik bagi pihak-pihak yang ingin mengambil hasil tanpa bersusah payah menanam. Oleh karena itu, Bripka Heru P. melakukan pemantauan sekaligus memperkuat koordinasi keamanan lahan, mengingatkan warga bahwa kewaspadaan harus ditingkatkan seiring dengan mendekatnya masa panen. Inilah bentuk pendampingan yang tidak mengenal lelah.
AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, menyampaikan bahwa pendampingan yang dilakukan anggota di lapangan merupakan bentuk dukungan Polri terhadap masyarakat dalam menjaga produktivitas pertanian sekaligus keamanan hasil panen. Beliau menekankan bahwa tanaman bawang merah yang memiliki nilai ekonomi tinggi memerlukan perhatian khusus, terutama dalam aspek pengamanan karena potensi kerugian yang besar jika terjadi pencurian. Bripka Heru P. di lapangan bertugas tidak hanya sebagai pemantau tetapi juga sebagai koordinator yang menggerakkan warga untuk membangun sistem keamanan swakarsa. Dengan pendekatan ini, Polri ingin menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab kolektif di antara petani terhadap lahan pertanian mereka.
Saat berkeliling lahan, Bripka Heru P. melakukan pengecekan kondisi tanaman bawang merah, kesiapan panen, hingga situasi lingkungan sekitar yang bisa menjadi celah bagi pelaku kejahatan. Warga pun diajak merancang strategi jaga malam yang efektif, seperti pembagian shift ronda dan pemasangan lampu penerangan di titik-titik gelap. PLT Kapolsek Sukomoro, AKP Trubus, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung langkah-langkah pendampingan yang dilakukan anggota, karena program ini sejalan dengan upaya polri untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Menurutnya, keberhasilan pengamanan panen bawang merah di Bungur akan menjadi studi kasus yang baik untuk desa-desa lain yang memiliki komoditas serupa.
Penutup dari cerita ini adalah bahwa nilai ekonomi yang tinggi harus diimbangi dengan sistem keamanan yang tinggi pula. Bripka Heru P. telah mengingatkan warga Bungur bahwa kewaspadaan adalah harga yang harus dibayar untuk menjaga hasil panen yang berharga. AKP Trubus berharap hasil panen bawang merah warga dapat berjalan aman dan optimal sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. Karena ketika setiap bawang merah yang dipetik sampai ke tangan petani dengan selamat, maka seluruh rantai pangan nasional akan ikut sehat. Mari jadikan keamanan lahan sebagai prioritas, bukan sekadar renungan, karena dari desa Bungur, ketahanan pangan Indonesia yang kokoh mulai terwujud satu panen pada satu waktu.(Avs)



0 Komentar