AKBP Suria Miftah Irawan percaya bahwa ketahanan pangan tidak akan terwujud jika polisi hanya duduk di balik meja menunggu laporan. Karena itu, ia mengarahkan jajarannya untuk turun langsung ke lahan pertanian, seperti yang dilakukan Aiptu Prawoko bersama anggota Polsek Ngetos di area pertanaman cabai warga. Mereka tidak datang dengan formasi rapat dan aba-aba, tetapi dengan cara santai mendekati petani yang sedang sibuk memeriksa batang tanaman yang mulai mengering. Pemantauan ini menjadi bukti bahwa Polri siap beradaptasi dengan tantangan zaman, termasuk di sektor yang selama ini jarang tersentuh aparat keamanan.
Di tengah lahan, Aiptu Prawoko mendapati bahwa sebagian besar tanaman cabai sudah berusia di atas delapan bulan, sehingga buah yang dihasilkan kecil-kecil dan jumlahnya minim. Ia lalu berdiskusi dengan pemilik lahan tentang urgensi peremajaan, menjelaskan bahwa menahan tanaman tua terlalu lama hanya akan membuang waktu dan tenaga. Petani yang awalnya ragu karena khawatir biaya bibit baru, akhirnya mulai terbuka dengan gagasan itu setelah Aiptu Prawoko menjanjikan pendampingan hingga masa panen berikutnya. Kapolsek Ngetos AKP Jajuli pun menegaskan bahwa polisi tidak akan lepas tangan setelah memberi saran, melainkan terus memantau setiap tahap peremajaan.
Kapolres menambahkan bahwa kegiatan semacam ini adalah investasi sosial yang dampaknya tidak langsung terlihat, tetapi sangat berarti bagi stabilitas ekonomi desa. Ia menyebut bahwa cabai adalah komoditas yang harganya sering fluktuatif, dan produktivitas yang terjaga akan membantu mengendalikan inflasi di tingkat lokal. Dalam kunjungannya, Aiptu Prawoko juga mencatat keluhan petani tentang sulitnya mendapatkan pupuk organik berkualitas, yang kemudian akan dikoordinasikan dengan dinas pertanian setempat. Bagi Kapolres, setiap masalah kecil yang terdeteksi di ladang adalah langkah maju untuk mencegah masalah besar di pasar.
Kegiatan diakhiri dengan janji petani untuk mulai mencabut tanaman tua dalam minggu ini, didampingi oleh Bhabinkamtibmas yang sudah dijadwalkan rutin berkunjung. Kapolsek Jajuli berharap pola pendampingan ini dapat menjadi contoh bagi polsek lain di wilayah Nganjuk, agar sektor pertanian tidak lagi dipandang sebagai urusan terpisah dari keamanan. Ia juga mengingatkan bahwa ketahanan pangan adalah tanggung jawab kolektif, dan Polri akan terus berada di garda depan untuk mendukung setiap upaya produktif warga. Dengan semangat gotong royong, lahan yang kini lesu diyakini akan segera berubah menjadi hamparan hijau yang menjanjikan. (Avs)
.jpeg)

0 Komentar