Kertosono- Siapa bilang tugas polisi hanya soal menangkap? Pagi itu, Aipda Iswandi membuktikan bahwa seragam cokelatnya juga bisa basah oleh embun dan tanah. Ia memilih lokasi yang tidak biasa untuk melaporkan kondisi desa binaannya: lahan jagung milik Marjono di Dusun Pandan Asri. Dengan hati-hati, ia memeriksa satu per satu tanaman sambil bertanya tentang perawatan dan gangguan. "Laporan kamtibmas yang baik harus dimulai dari data riil di lapangan, termasuk soal berapa banyak petani yang kekurangan pupuk," katanya. Kompol Joni Suprapto, Kapolsek Kertosono, bahkan menjadikan kegiatan ini sebagai contoh bagi seluruh Bhabinkamtibmas sektornya.
Kertosono- Dialog di sela-sela batang jagung itu berlangsung hangat. Marjono dengan jujur bercerita tentang sulitnya mendapatkan pupuk tepat waktu dan harga yang kadang tidak menentu. Alih-alih memberikan solusi instan, Aipda Iswandi justru berjanji menjadi penghubung warga ke dinas terkait. Langkah ini sekaligus membantai anggapan lama bahwa polisi hanya datang saat ada masalah. Sebaliknya, kehadirannya di awal musim tanam adalah bentuk pencegahan konflik berbasis pangan. Setelah perbincangan selesai, ia juga mengingatkan soal pentingnya menjaga lingkungan sekitar agar lahan tetap produktif dan aman.
Kertosono- Meskipun akhirnya ia sempat berpesan tentang bahaya meninggalkan alat pertanian dan perlunya kewaspadaan terhadap orang asing, namun inti dari kunjungan itu tetap pada satu kesimpulan: ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Marjono pun pulang dengan perasaan lega karena tidak sendirian. Dari lahan seluas itu, tumbuh bukan hanya jagung, tetapi juga kepercayaan bahwa polisi dan petani bisa menjadi tim yang solid.(Avs)


0 Komentar