Musim Kemarau Bukan Halangan: Bripka Heru P. dan Petani Bungur Buktikan


Nganjuk- Biasanya, ketika angin kering mulai bertiup dan matahari bersinar tanpa ampun, lahan persawahan di Desa Bungur akan tampak lengang dan sunyi, ditinggalkan oleh para petani yang enggan membuang air untuk tanaman yang pasti akan layu. Namun, pemandangan tahun ini sangat berbeda: di setiap sudut petak sawah, tanaman terong berdiri gagah dengan buah-buahan mulai bermunculan, menjadi saksi bisu bahwa kemarau bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari babak baru yang lebih produktif. Pada Jumat (26/6/2026), Bripka Heru P., Bhabinkamtibmas yang berperan sebagai motor penggerak ketahanan pangan, kembali memantau perkembangan budidaya ini, dan matanya berbinar melihat keberhasilan yang telah dicapai oleh petani binaannya dengan kerja keras dan keyakinan bahwa perubahan itu mungkin.


Nganjuk- Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, menekankan bahwa keberhasilan ini adalah kombinasi antara kebijakan tepat dan eksekusi di lapangan yang konsisten, di mana petani tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi juga aktif bereksperimen dan belajar dari setiap kegagalan kecil. Ia menyebut bahwa Polri akan terus mengapresiasi dan mendukung setiap langkah inovatif masyarakat, karena inovasi di tingkat desa adalah fondasi terkuat bagi ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan. Dengan pendampingan yang kontinu, ia yakin petani akan semakin terampil memilih komoditas unggulan yang cocok dengan musim, tanpa harus mengorbankan kualitas tanah dan hasil panen jangka panjang.


Nganjuk- Di sela-sela pemantauan, Bripka Heru P. menyempatkan diri duduk bersama petani di pinggir ladang, mendengarkan curhat mereka tentang sulitnya mendapatkan air di musim kemarau dan bersama-sama mencari solusi kreatif seperti penggunaan sistem irigasi tetes sederhana dan pemulsaan untuk mengurangi penguapan. Kapolsek Sukomoro, AKP Mujianto, mengungkapkan kebanggaannya atas inisiatif yang ditunjukkan oleh Bhabinkamtibmas dan warganya, karena ini adalah bukti bahwa kolaborasi antara polisi dan masyarakat mampu menghasilkan karya nyata yang bermanfaat bagi banyak orang. Ia bertekad untuk memperluas program serupa ke desa-desa lain di wilayah Sukomoro, sehingga tidak ada lagi lahan yang terbengkalai saat musim kemarau tiba.


Nganjuk- Saat bayangan pepohonan mulai memanjang dan udara sore menjadi lebih sejuk, para petani Bungur masih sibuk merawat kebun terong mereka, menyiram tanaman secukupnya dan memeriksa setiap buah yang mulai membesar dengan penuh harap. Mereka telah membuktikan bahwa musim kemarau bukanlah halangan, melainkan panggilan untuk berpikir lebih kreatif dan bekerja lebih cerdas, dan hasilnya kini bisa dilihat dan dinikmati bersama. Bungur telah berhasil menulis ulang narasi tentang pertanian di musim kering, dan Nganjuk pun mengukir sejarah baru tentang ketangguhan dan semangat pantang menyerah yang tak pernah padam.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar