Nganjuk- Di sela-sela daun kacang tanah yang mulai menguning, Aiptu Prawoko dari Polsek Ngetos menekan-nekan tanah dengan jarinya, mencoba meraba sendiri apakah kelembaban cukup untuk mendorong pertumbuhan polong di kedalaman tanah. Kamis (25/6/2026), Kanit Binmas ini bersama timnya menyisir lahan pertanian warga tidak hanya untuk mengagumi hamparan hijau, tetapi untuk membaca tanda-tanda krisis yang sering luput dari pandangan awam: retakan tanah akibat kekeringan, warna daun yang pucat menandakan stres air, dan celah-celah di saluran irigasi yang mulai mengering.
Nganjuk- Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan mengatakan bahwa peran Polri dalam ketahanan pangan tidak cukup hanya dengan kehadiran simbolis—yang dibutuhkan adalah kemampuan membaca kondisi lapangan secara akurat dan meresponsnya dengan cepat. Kacang tanah sebagai komoditas yang toleran terhadap kekeringan tetap memiliki batas, dan ketika batas itu dilampaui, hasil panen bisa turun drastis. Karena itu, pemantauan rutin seperti yang dilakukan Aiptu Prawoko hari ini menjadi instrumen penting dalam deteksi dini masalah pertanian.
Nganjuk- Saat duduk bersama para petani di gubuk sawah, Aiptu Prawoko mendiskusikan pola tanam dan jadwal penyiraman yang selama ini mereka terapkan. Banyak dari petani yang ternyata masih menyiram secara serempak tanpa mempertimbangkan kondisi tanah masing-masing, sehingga terjadi pemborosan air di lahan yang sudah cukup basah sementara lahan lain justru kekurangan. Ia lantas mengajarkan teknik penyiraman berdasarkan jenis tanah dan umur tanaman, serta membuat jadwal giliran yang disepakati bersama agar semua lahan mendapat jatah air secara adil.
Nganjuk- AKP Jajuli, Kapolsek Ngetos, berharap bahwa kedekatan Bhabinkamtibmas dengan petani akan terus menghasilkan solusi-solusi praktis yang langsung bisa diterapkan tanpa biaya besar. Dengan tanaman kacang tanah yang tumbuh seragam dan ketersediaan air yang dikelola secara kolektif, Desa Ngetos bisa menjadi laboratorium hidup tentang bagaimana pertanian rakyat bisa bertahan di tengah perubahan iklim, membuktikan bahwa ketahanan pangan bukanlah milik negara besar semata, melainkan buah dari kerja keras petani yang didampingi dengan tulus oleh aparat kepolisian.(Avs)
.jpeg)

0 Komentar