Nganjuk- Melihat harga cabai yang terus meroket di pasaran, para petani Nganjuk tentu berharap panen kali ini membawa berkah melimpah, tetapi di balik peluang itu ada ancaman kehilangan yang tak boleh diabaikan. Bhabinkamtibmas hadir di tengah-tengah lahan cabai yang mulai berbuah lebat untuk mengingatkan bahwa nilai ekonomi tinggi seringkali diikuti oleh risiko gangguan keamanan, mulai dari pencurian hingga perusakan tanaman. Dengan gaya komunikasi yang santai dan bersahabat, ia mengajak petani untuk tidak lengah dan selalu waspada terhadap aktivitas mencurigakan di sekitar lahan pertanian. Kehadiran polisi ini menjadi pengingat bahwa keamanan adalah bagian tak terpisahkan dari keberhasilan bertani.
Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyampaikan bahwa pendampingan Polri kepada petani menjelang panen adalah bentuk komitmen nyata dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional. Dalam dialognya, Bhabinkamtibmas mendorong petani untuk membentuk kelompok keamanan lahan yang melibatkan pemuda desa dan perangkat kampung, sehingga pengawasan bisa dilakukan secara lebih efektif dan terkoordinasi. Petani yang hadir mengaku mendapatkan pencerahan bahwa keamanan lahan bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat. Semangat gotong royong pun muncul di antara mereka.
Kapolsek setempat menegaskan bahwa Polri akan terus hadir memberikan pendampingan maksimal kepada petani, terutama pada masa-masa kritis seperti menjelang panen komoditas bernilai tinggi. Ia berharap imbauan dan arahan yang diberikan dapat meningkatkan kesadaran petani akan pentingnya pengamanan lahan, sehingga hasil panen yang diperoleh benar-benar maksimal dan tidak berkurang karena faktor kehilangan. Dengan kerja sama yang erat antara Polri dan masyarakat, sektor pertanian di Nganjuk akan semakin kuat dan berdaya saing. Program ini adalah bukti bahwa keamanan dan kesejahteraan dapat dibangun bersama melalui sinergi yang solid. (Avs)
.jpeg)

0 Komentar