Nganjuk- Di Desa Selorejo, Kecamatan Bagor, tidak ada istilah lahan terlalu sempit untuk bercocok tanam dan beternak ikan, setidaknya itulah yang ditunjukkan oleh Bripda Sandya saat memantau program Pekarangan Pangan Bergizi pada Jumat (3/7/2026). Dengan memanfaatkan pekarangan rumah yang terbatas, warga berhasil menanam bayam berkualitas dan memelihara ikan dalam kolam terpal, menciptakan sumber pangan yang beragam dan bergizi hanya dalam radius beberapa meter dari dapur mereka. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kemandirian pangan bisa dimulai dari langkah kecil yang konsisten.
Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, menilai bahwa konsep P2B yang menggabungkan sayuran dan perikanan ini memiliki nilai strategis karena mampu menyediakan karbohidrat, vitamin, dan protein secara bersamaan dari satu lokasi. Beliau menginstruksikan jajarannya untuk terus mendorong inovasi serupa di setiap desa, dengan menyesuaikan jenis tanaman dan ikan yang paling cocok dengan kondisi lokal masing-masing wilayah. Peran Bhabinkamtibmas sebagai pendamping di lapangan dianggap krusial untuk memastikan program tidak berhenti di tahap awal, tetapi terus berkembang dan berkelanjutan.
Di lokasi, Bripda Sandya terlibat dalam percakapan santai dengan warga mengenai cara memperpanjang masa panen bayam dan teknik pemberian pakan alternatif untuk ikan agar biaya produksi tetap rendah. AKP Winih menutup dengan pernyataan optimis bahwa jika setiap rumah tangga di Nganjuk bisa mengikuti jejak Selorejo, maka ketahanan pangan nasional bukan lagi mimpi, melainkan realitas yang dibangun dari kesadaran dan kerja keras masyarakat itu sendiri. (Avs)


0 Komentar