Sukomoro-Nganjuk- Di saat langit enggan menurunkan hujan dan tanah mulai merekah, Aipda Heru P. justru memilih untuk turun ke lahan pertanian cabai di Desa Bungur dengan semangat yang tak pernah padam, membawa visi bahwa ketahanan pangan harus dipertahankan dengan akal sehat, bukan hanya menunggu musim. Ia menyadari bahwa petani saat ini membutuhkan lebih dari sekadar simpati, mereka butuh solusi konkret yang bisa langsung diterapkan di ladang mereka yang mulai mengering. Dengan langkah pasti, ia menyusuri setiap bedengan, mengamati kondisi daun yang mulai menggulung dan buah yang tumbuh tidak sempurna, lalu duduk di antara petani untuk mendengar dan merancang langkah bersama.
Petani yang ditemuinya bercerita panjang lebar tentang bagaimana musim kemarau tahun ini menjadi salah satu yang terburuk dalam ingatannya, karena sumber air yang biasa mereka andalkan kini hampir kering total. Ia mengaku sudah mencoba berbagai cara, mulai dari menyiram pada malam hari hingga membuat mulsa dari jerami, namun semua itu belum cukup untuk mengatasi defisit air yang sangat besar. Aipda Heru mengangguk penuh pengertian, lalu mengajak petani untuk berpikir di luar kebiasaan dengan memperkenalkan sistem irigasi tetes yang ia yakini bisa menjadi penolong di masa sulit ini.
Aipda Heru tidak hanya berbicara teori, ia bahkan menggambarkan dengan tangan bagaimana sistem sederhana ini bekerja, menggunakan selang kecil yang dilubangi dan diletakkan di dekat pangkal tanaman agar air menetes perlahan dan tepat sasaran. Ia menjelaskan bahwa dengan cara ini, air yang tersisa di sumur pun bisa dimanfaatkan secara maksimal karena tidak ada yang terbuang percuma. Petani yang awalnya skeptis mulai menunjukkan ketertarikan, bertanya tentang bahan dan cara pemasangan, dan Aipda Heru berjanji akan membawa contoh alat pada kunjungan berikutnya.
Dari pertemuan ini, lahirlah komitmen baru untuk tidak menyerah pada kemarau, tetapi melawannya dengan inovasi dan kerja sama yang erat antara petani, Polri, dan pemerintah daerah. Aipda Heru pulang dengan keyakinan bahwa setiap tetes air yang dihemat adalah langkah maju bagi ketahanan pangan Desa Bungur, dan ia bertekad untuk terus mendampingi petani hingga panen berikutnya berhasil. (Avs)
.jpeg)

0 Komentar