NGANJUK – Suasana haru dan hangat menyelimuti Mapolres Nganjuk di tengah bulan Ramadan. Bukan karena agenda resmi kepolisian, melainkan sebuah acara buka puasa bersama yang berubah menjadi pesta berbagi kebahagiaan. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan bersama Ketua Bhayangkari Cabang Nganjuk, Ny. Icha Suria Miftah, secara langsung menyerahkan zakat fitrah dan bingkisan lebaran kepada puluhan penerima, Senin (16/3/2026). Tidak hanya untuk internal keluarga besar Polri, perhatian juga menyasar masyarakat kecil seperti tukang becak, penyandang disabilitas, hingga yayasan sosial.
Langkah ini menunjukkan bahwa polisi ingin hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian tak terpisahkan dari denyut nadi masyarakat. Dalam sambutannya, AKBP Suria Miftah menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud rasa syukur institusinya di bulan penuh berkah. "Momentum Ramadan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk berbagi kebahagiaan dengan keluarga besar Polri dan masyarakat. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat serta mempererat hubungan silaturahmi," ujar Kapolres dengan nada hangat.
Bantuan yang disalurkan menyentuh berbagai lapisan. Mulai dari anggota Polri aktif, ASN, Persatuan Purnawirawan Polri, warakawuri, guru TK Bhayangkari, hingga insan pers. Yang menarik, perhatian khusus diberikan kepada para pengayuh becak dan penyandang disabilitas, yang seringkali luput dari sorotan di tengah hiruk pikuk jelang Lebaran. Ketua Bhayangkari Ny. Icha Suria Miftah menambahkan, "Bhayangkari selalu berupaya hadir untuk berbagi dan memberikan dukungan sosial, terutama di momen Ramadan seperti ini."
Kegiatan ini juga menjadi perekat tali silaturahmi yang tidak pernah putus antara polisi aktif dengan para pendahulunya. AKBP (Purn) Damin, mewakili PP Polri Kabupaten Nganjuk, mengaku terharu dengan perhatian yang diberikan. "Kami merasa sangat dihargai dan diperhatikan. Hubungan silaturahmi antara Polri dengan para purnawirawan masih terjalin dengan baik hingga saat ini," ungkapnya. Di sisi lain, Sujarwo, seorang pengayuh becak penerima bantuan, hanya bisa mengucap syukur. Ia merasa bahwa polisi benar-benar hadir di tengah kesulitan ekonomi yang dihadapinya menjelang Lebaran.
Melalui kegiatan sederhana namun sarat makna ini, Polres Nganjuk ingin menanamkan nilai bahwa keamanan tidak hanya diciptakan dengan senjata atau kewenangan, tetapi juga dengan hati yang peduli. Semangat berbagi ini diharapkan terus menginspirasi dan memperkuat ikatan emosional antara institusi kepolisian dengan semua elemen masyarakat, tanpa terkecuali. Inilah polisi yang dekat, polisi yang berbagi, dan polisi yang selalu ada untuk rakyatnya. (Avs)


0 Komentar