Dari Ketinggian, Wakapolri Awasi Gerak Mudik di Merak–Bakauheni: Lancar tapi Antre Mulai Terlihat


Pekan ketiga Maret menjadi momen krusial bagi jutaan pemudik yang ingin merayakan Lebaran di kampung halaman. Untuk memastikan semua berjalan aman, Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo tak segan mengambil jalur udara memantau langsung denyut nadi arus mudik di lintasan tersibuk tanah air, Merak–Bakauheni. Dengan pandangan dari atas, ia bisa menangkap gambaran utuh bagaimana kendaraan mengalir dari Jakarta menuju pelabuhan, sekaligus memastikan kesiapan personel di lapangan. Hasilnya? Kondisi relatif lancar dengan cuaca bersahabat, meski tanda-tanda kepadatan mulai muncul.

Dari ketinggian, terlihat jelas bahwa antrean kendaraan roda dua dan empat mulai mengular di Pelabuhan Merak. Ini adalah sinyal awal bahwa gelombang pemudik mulai bergerak, seiring dengan prediksi puncak arus mudik yang akan tiba dalam hitungan hari. Komjen Dedi mencatat bahwa situasi ini masih dalam batas wajar dan terkelola, berkat koordinasi matang antara Polda Lampung, Polda Banten, dan seluruh stakeholder terkait. Semua mata kini tertuju pada bagaimana dinamika ini akan berkembang menuju puncak arus mudik.

Berdasarkan data yang dihimpun, puncak arus mudik gelombang kedua diprediksi akan terjadi pada 18 hingga 19 Maret. Artinya, dalam waktu dekat, volume kendaraan yang memasuki pelabuhan akan meningkat drastis. Tak hanya itu, arus balik pun diperkirakan datang dalam dua gelombang, yakni pada 24–25 Maret dan 28–29 Maret. Dengan prediksi ini, Polri bersama instansi terkait telah menyiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas dan pengamanan agar pergerakan pemudik tetap lancar tanpa mengorbankan keselamatan.

Untuk mengantisipasi lonjakan, Polda Lampung dan Banten telah mengerahkan kekuatan penuh. Pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu didirikan di titik-titik strategis. Patroli dan pengawalan diperketat, terutama di jalur menuju pelabuhan yang rawan macet. Command center juga diaktifkan untuk memantau situasi secara real-time, memastikan setiap keputusan di lapangan berbasis data terkini. Semua ini dilakukan agar pemudik merasa aman dan nyaman selama perjalanan.

Di akhir pemantauannya, Komjen Dedi mengingatkan masyarakat untuk bijak merencanakan perjalanan. Hindari waktu-waktu puncak jika memungkinkan, dan jangan ragu memanfaatkan layanan darurat 110 jika menemui kendala. Ia menekankan bahwa respons cepat dari jajaran kepolisian adalah prioritas. Dengan persiapan matang dan kerja sama semua pihak, diharapkan arus mudik Lebaran 2026, khususnya di Merak–Bakauheni, berjalan aman, tertib, dan penuh kebahagiaan. (Avs)

Posting Komentar

0 Komentar