Ramadan di Bumi Lancang Kuning: Jenderal Sigit Ajak Semua Elemen Kuatkan Tali Persaudaraan


Di sela-sela kesibukannya sebagai orang nomor satu di Korps Bhayangkara, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyempatkan diri untuk menyapa langsung masyarakat Riau dalam sebuah acara Safari Ramadhan yang penuh kehangatan. Bertempat di Masjid Al-Adzim Polda Riau, momen ini menjadi lebih dari sekadar acara seremonial, melainkan sebuah ajang untuk merajut kembali benang-benang silaturahmi yang menjadi fondasi utama kekuatan bangsa. Kehadiran Kapolri disambut antusias oleh beragam lapisan masyarakat, mulai dari tokoh agama, akademisi, perwakilan buruh, mahasiswa, hingga para pengemudi ojek online yang merupakan denyut nadi ekonomi kerakyatan.

Dalam kesempatan yang sarat makna tersebut, Kapolri tidak hanya berdialog, tetapi juga meninggalkan jejak abadi dengan menandatangani prasasti renovasi masjid dan secara resmi mengukuhkan dua satuan tugas baru. Satgas PHK Riau dan Satgas Ojol Kamtibmas Presisi ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga iklim kondusif, khususnya dalam melindungi hak-hak pekerja dan mitra pengemudi online. Langkah ini menunjukkan bahwa kepolisian hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra strategis bagi seluruh komponen masyarakat dalam menyelesaikan persoalan sosial.

Lebih dalam dari sekadar seremoni, Jenderal Sigit menyampaikan pandangannya bahwa Indonesia saat ini tengah berada di persimpangan penting menuju era bonus demografi. Menurutnya, keberagaman dinamika yang ada jangan sampai menjadi jurang pemisah. Ia menekankan bahwa persatuan dan kesatuan adalah harga mati yang harus dijaga, terutama di tengah hiruk-pikuk perbedaan pendapat yang merupakan bagian dari iklim demokrasi. Kuncinya, semua pihak harus waspada terhadap narasi-narasi provokatif yang berpotensi mengganggu keharmonisan sosial.

Tidak hanya soal persatuan, Kapolri juga menyoroti pentingnya kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia. Di tengah ketidakpastian global, pengelolaan kekayaan alam yang melimpah harus dibarengi dengan peningkatan kualitas SDM agar manfaatnya bisa dirasakan hingga generasi mendatang. Pemerintah, tegasnya, terus berupaya melakukan mitigasi dampak krisis global agar ekonomi nasional tetap tumbuh dan stabilitas keamanan dalam negeri senantiasa terjaga, karena hal itu adalah prasyarat mutlak bagi pembangunan yang berkelanjutan.

Di akhir pesannya, Jenderal Sigit mengajak semua pihak untuk tidak memandang Polri sebagai entitas yang terpisah. Ia menggaungkan kembali konsep community policing, di mana keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) adalah tanggung jawab bersama. Kolaborasi antara kepolisian dan elemen masyarakat inilah yang akan menjadi modal utama untuk mewujudkan cita-cita bersama, yaitu Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera. (Avs)

Posting Komentar

0 Komentar