Saat lalu lintas mulai landai, hiruk-pikuk kendaraan berganti dengan suasana yang lebih teduh di pinggir jalan. Di sanalah Brigpol Munir, anggota Satlantas Polres Nganjuk, terlihat duduk bersisian dengan para pengayuh becak. Dengan suara lembut, ia berbisik mengingatkan, "Hati-hati di jalan, Pak. Istirahat yang cukup kalau mulai lelah." Kalimat sederhana yang menyentuh relung hati.
Momen ini adalah bagian dari program Polantas Menyapa, di mana polisi tak hanya bertindak sebagai penegak aturan, tetapi juga sebagai sahabat yang peduli. Brigpol Munir menyampaikan bahwa kecelakaan sering terjadi bukan karena ketidaktahuan, tapi karena kelelahan atau kurang waspada. Para pengayuh becak yang sebagian besar sudah berusia lanjut menjadi prioritas untuk diingatkan.
Kasat Lantas Polres Nganjuk, AKP Ivan Danara Oktavian, menambahkan bahwa pendekatan empati seperti ini mampu membangun kesadaran kolektif. Ketika masyarakat merasa diperhatikan, mereka akan lebih termotivasi untuk menjaga keselamatan dirinya sendiri dan orang lain. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menekan angka kecelakaan.
Para tukang becak yang mendengar bisikan lembut itu tersenyum haru. Mereka merasa dianggap sebagai bagian dari keluarga besar kepolisian. Dengan bekal nasihat itu, mereka kembali mengayuh becak dengan semangat baru, namun tetap waspada. Sebuah bukti bahwa kelembutan bisa menjadi alat paling ampuh untuk menciptakan keamanan di jalan.(Avs)
.jpeg)

0 Komentar