Selama 13 hari penuh, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, ratusan personel gabungan di Nganjuk akan hidup dalam mode siaga penuh. Mereka rela meninggalkan kenyamanan rumah dan keluarga demi memastikan jutaan pemudik bisa merayakan Idul Fitri dengan tenang. Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026 menjadi sumpah mereka untuk mengabdi tanpa kenal lelah.
Arahan Kapolri yang disampaikan dalam apel menyoroti pentingnya antisipasi terhadap potensi bencana alam yang bisa muncul kapan saja. Tim tanggap bencana disiagakan dengan perlengkapan lengkap, siap bergerak cepat jika terjadi longsor atau banjir di jalur mudik. Ini adalah lapisan pengamanan ekstra yang jarang terlihat, namun sangat krusial.
Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, menyebut operasi ini sebagai ujian nyata kedisiplinan dan loyalitas personel. Dengan dukungan 55 kendaraan roda dua, 30 roda empat, serta mobil derek dan pemadam, jajarannya dituntut responsif dalam situasi apa pun. Tak ada kata libur selama operasi berlangsung, karena kebahagiaan pemudik adalah prioritas utama.
Di balik kesibukan pengaturan lalu lintas dan penjagaan pos, ada cerita tentang personel yang hanya bisa mengucap selamat Idul Fitri melalui layar ponsel kepada keluarganya di kampung halaman. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang memastikan senyum kebersamaan terukir di wajah para pemudik. (Avs)


0 Komentar