Harga Pangan Jatim Terkendali Jelang Lebaran, Cabai Rawit Jadi Pengecualian


Menjelang Hari Raya Idul Fitri, tim Satgas Saber Pelanggaran Pangan Pusat bergerak cepat memantau langsung denyut nadi pasokan bahan pokok di Jawa Timur. Dipimpin Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho, rombongan menyusuri sejumlah titik krusial mulai dari Pasar Wonokromo Surabaya hingga lahan pertanian di Kabupaten Kediri. Hasilnya, secara umum stok pangan terpantau aman dan mata rantai distribusi berjalan lancar, memberikan angin segar bagi masyarakat yang mulai sibuk berbelanja kebutuhan Lebaran.

Dari hasil pemantauan di Pasar Wonokromo, mayoritas harga komoditas strategis masih berada dalam koridor yang ditetapkan pemerintah. Beras premium dibanderol Rp15.000 per kilogram, sementara bawang merah dan putih masing-masing Rp40.000 dan Rp34.000 per kilogram. Daging ayam ras juga masih ramah di kantong dengan harga Rp40.000 per kilogram. Namun, tim menemukan satu komoditas yang masih bandel, yakni cabai rawit merah yang di tingkat konsumen masih menyentuh angka Rp90.000 hingga Rp100.000 per kilogram.

Brigjen Zain menjelaskan bahwa penyebab utama lonjakan harga cabai rawit ini adalah faktor alam. Curah hujan yang tinggi belakangan ini memicu serangan jamur dan hama, yang berdampak langsung pada gagal panen di sejumlah lahan petani. Di Kecamatan Kepung, misalnya, produksi cabai seorang petani hanya mencapai 25 hingga 50 persen dari kapasitas normal. Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk mencari solusi jangka panjang, seperti pembangunan irigasi yang lebih baik, agar pasokan cabai bisa lebih stabil di masa mendatang. (Avs)

Posting Komentar

0 Komentar