Desa Wates di Kecamatan Warujayeng mungkin tidak masuk dalam peta wisata kuliner, tetapi pada Selasa (21/4/2026), desa ini menjadi lokasi penting bagi program ketahanan pangan nasional versi Polri. AIPTU Gunardi, Bhabinkamtibmas setempat, dengan sigap memantau pemanfaatan lahan pekarangan untuk ternak kambing milik warga. Ia tidak hanya berdiri di pinggir lapangan sambil mencatat, tetapi benar-benar masuk ke kandang, memeriksa kesehatan kambing, dan berdiskusi dengan peternak tentang cara meningkatkan produktivitas. Ini adalah perwujudan dari peran Bhabinkamtibmas sebagai penggerak ketahanan pangan, sebuah tugas yang jarang diketahui masyarakat luas namun dampaknya langsung terasa di tingkat keluarga.
Dari perspektif seorang ibu rumah tangga yang turut mengelola ternak kambing keluarga, pendampingan dari AIPTU Gunardi membuka matanya tentang potensi ekonomi dari pekarangan rumah. Selama ini, lahan di samping rumah hanya ditumbuhi rumput liar dan sesekali ditanami singkong seadanya. Setelah diajak diskusi, ia menyadari bahwa dengan tiga ekor kambing, keluarganya bisa mendapatkan tambahan pendapatan dari penjualan anak kambing setiap enam bulan sekali. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mendorong kemandirian pangan di tingkat desa. "Kami tidak memberikan bantuan berupa uang atau kambing, tetapi kami memberikan pendampingan dan rasa aman. Itu lebih berkelanjutan," ujarnya.
Kapolsek Warujayeng Kompol H. Ahmad Junaedi menambahkan bahwa kegiatan pemantauan ternak juga menjadi sarana untuk memperkuat jaringan keamanan lingkungan. Sambil memeriksa kandang, AIPTU Gunardi juga memeriksa apakah ada potensi kerawanan, seperti jalan buntu yang gelap di dekat kandang atau pagar yang mudah dipanjat. Ia kemudian mengoordinasikan dengan ketua RT untuk memasang lampu penerangan tambahan atau memperbaiki pagar. Pesan tentang layanan darurat 110 juga disampaikan dengan cara yang mudah diingat: "Tidak perlu hafal nomornya, Bapak Ibu tinggal simpan di kontak darurat ponsel. Kalau ada apa-apa, satu pencet saja." Edukasi sederhana ini sangat penting karena dalam situasi panik, banyak orang justru lupa nomor darurat.
Saat senja tiba, AIPTU Gunardi meninggalkan Desa Wates dengan senyum puas. Beberapa peternak yang tadinya ragu-ragu memulai usaha ternak, kini sudah punya rencana untuk memperluas kandang. Lahan pekarangan yang tadinya tidak produktif, kini mulai dimanfaatkan untuk menanam rumput pakan ternak. Dan yang paling penting, para peternak merasa lebih aman karena tahu ada Bhabinkamtibmas yang rutin datang dan nomor darurat yang bisa dihubungi kapan saja. Polres Nganjuk melalui kegiatan sederhana ini membuktikan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan pertanian, tetapi juga urusan keamanan, pendampingan, dan kepercayaan. Dan semua itu dimulai dari seorang Bhabinkamtibmas yang tidak murah senyum masuk ke kandang kambing.(Avs)


0 Komentar