Selama ini, banyak orang tua mengeluh bahwa mengurus dokumen kependudukan atau kendaraan adalah siksaan tersendiri jika harus membawa anak kecil. Antrean panjang, ruangan pengap, dan tidak ada tempat bermain membuat anak rewel, orang tua stres, dan urusan menjadi berantakan. Namun pada Selasa (21/4/2026), Polres Nganjuk melalui program "Polantas Menyapa" spesial Hari Kartini berhasil membantah mitos tersebut. Di kantor Satlantas, para petugas berbaju adat melayani pemohon SIM dan STNK dengan cekatan, sementara di area khusus, anak-anak asyik bermain di wahana yang telah disediakan. Inilah bukti bahwa kantor polisi juga bisa menjadi tempat yang ramah anak, jika ada kemauan untuk berinovasi.
Dari perspektif seorang ayah yang bekerja sebagai buruh harian, inovasi ini sangat membantunya. Ia tidak punya siapa pun untuk menitipkan anak bungsunya yang berusia empat tahun, sehingga selama ini ia selalu menunda perpanjangan STNK. Ketika mendengar kabar bahwa Polres Nganjuk menyediakan area bermain, ia nekat datang. Ternyata benar, anaknya langsung tertarik dengan wahana yang tersedia dan bahkan tidak mau pulang setelah urusan selesai. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan mendengar cerita ini dan mengaku bahwa itulah tujuan sebenarnya dari program tersebut. "Kami tidak ingin ada warga yang terhalang akses pelayanan hanya karena mereka membawa anak," tegasnya.
Kasat Lantas AKP Ivan Danara Oktavian menjelaskan bahwa ide area ramah anak muncul dari keluhan masyarakat yang mereka himpun secara rutin. Banyak warga, terutama ibu-ibu, yang mengaku malu datang ke kantor polisi karena anaknya rewel dan mereka takut mengganggu antrean. Alih-alih meminta warga untuk datang tanpa anak, Polres Nganjuk justru beradaptasi dengan kebutuhan mereka. Mereka menyewa wahana mainan portable dan menyiapkan camilan sehat yang aman untuk anak-anak. Bahkan, beberapa personel wanita dilatih khusus untuk berinteraksi dengan anak-anak agar mereka merasa nyaman. Hasilnya, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan Satlantas melonjak signifikan pada hari itu.
Dengan keberhasilan ini, Polres Nganjuk berencana untuk menjadikan area ramah anak sebagai fasilitas permanen, tidak hanya saat Hari Kartini. Mereka juga akan menyebarluaskan praktik baik ini ke polres-polres lain di wilayah Jawa Timur. Semangat Kartini tentang perlindungan anak, kata AKBP Suria, seharusnya tidak hanya dirayakan setahun sekali, tetapi dihidupi setiap hari dalam setiap kebijakan pelayanan publik. Ketika seorang anak kecil tersenyum sambil bermain di kantor polisi, sebenarnya ada pesan besar yang tersampaikan: bahwa negara hadir untuk semua orang, tanpa terkecuali, bahkan untuk mereka yang masih belajar berjalan. Dan itulah terobosan paling revolusioner yang mungkin tidak pernah terbayang di zaman Kartini dulu.(Avs)


0 Komentar