Sebuah pesan revolusioner disampaikan Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo dalam Rakernis Humas Polri 2026 di Jakarta: mulai sekarang, setiap anggota Polri adalah humas. Ia mengingatkan bahwa berdasarkan Perkap Nomor 6 Tahun 2023, fungsi kehumasan tidak hanya diemban oleh personel Divisi Humas, melainkan seluruh lini organisasi. Di tengah arus informasi yang serba cepat, setiap personel harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik, tepat, dan penuh empati. Wakapolri pun mengapresiasi peningkatan kualitas strategi manajemen media jajaran Humas yang dinilai semakin baik, namun ia menekankan bahwa internalisasi nilai ini ke seluruh anggota adalah langkah selanjutnya yang tak bisa ditawar. (Avs)
Wakapolri juga memerintahkan transformasi digital Divisi Humas melalui pendekatan intelligence-led communication dengan mengoptimalkan big data dan artificial intelligence. Monitoring real-time, analisis cerdas, dan respons cepat terhadap isu viral menjadi standar baru kinerja Humas. Ia juga menekankan pentingnya framework komunikasi berbasis akurasi, relevansi, dan tujuan jelas dalam setiap produksi konten. War Room Humas harus dioptimalkan sebagai pusat kendali informasi untuk memonitor tren dan menentukan langkah mitigasi serta amplifikasi secara cepat. Humas tidak boleh lagi reaktif, melainkan proaktif dalam mengelola persepsi publik. (Avs)
Dalam konteks pembangunan jangka panjang, Wakapolri menginstruksikan seluruh jajaran Humas untuk memahami arah kebijakan nasional melalui RPJPN 2025-2045, termasuk delapan agenda pembangunan nasional dan transformasi digital sebagai pilar utama. Hal ini penting agar komunikasi publik Polri selaras dengan visi Indonesia Emas 2045. Ia juga menjelaskan Grand Strategy Polri 2025-2045 yang terbagi dalam empat tahap, mulai dari penguatan pondasi organisasi hingga terwujudnya Polri yang adaptif, berintegritas, dan berorientasi pada masyarakat. Lima tujuan utama Polri harus dicapai secara terukur dengan dukungan komunikasi yang efektif. (Avs)
Menutup arahannya, Wakapolri menegaskan bahwa Divisi Humas Polri adalah representasi utama dalam komunikasi Polri kepada masyarakat. Humas harus menjadi garda terdepan dalam menerapkan strategic intelligence-led communication, sekaligus menjaga marwah institusi Polri di ruang publik. Dengan mengubah setiap personel menjadi komunikator yang cakap dan berempati, serta memanfaatkan teknologi digital secara maksimal, Polri optimis dapat membangun kepercayaan publik yang kokoh menuju Indonesia Emas 2045. Wakapolri pun mengingatkan bahwa tugas ini bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan pengabdian kepada masyarakat.(Avs)


0 Komentar