Ketika Ketahanan Pangan Dimulai dari Sebuah Lahan Sawi


Nganjuk- Pagi itu, langit Gondang tampak cerah menyambut langkah Aiptu Suyanto yang memasuki area persawahan Desa Senjayan dengan membawa buku catatan kecil di saku seragamnya. Bhabinkamtibmas ini tidak sedang berpatroli seperti biasa, melainkan menjalankan misi kemanusiaan yang dicanangkan langsung oleh Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan untuk mendampingi para petani sawi putih di tengah kesibukan masa tanam. Kehadirannya menjadi pengingat bahwa tugas pengayoman tidak berhenti di jalan raya atau perkantoran, tetapi juga di ladang-ladang yang menjadi sumber kehidupan ratusan kepala keluarga.


Nganjuk- Perlahan tapi pasti, Aiptu Suyanto menyusuri setiap petak lahan, mengamati warna daun dan kelembapan tanah yang menjadi indikator utama kesehatan tanaman sawi putih. Ia lalu duduk di antara para petani, membuka diskusi santai namun serius tentang tantangan terbesar mereka saat ini: serangan hama ulat tanah dan mahalnya harga pestisida organik. Dari musyawarah itu, muncullah gagasan untuk membuat perangkap hama sederhana dari botol bekas dan lampu perangkap yang bisa diproduksi secara mandiri oleh warga, sehingga biaya produksi bisa ditekan tanpa mengorbankan kualitas panen.


Nganjuk- Kapolsek Gondang AKP Sugino menyambut baik inisiatif tersebut dan berjanji akan mengalokasikan anggaran kecil untuk membeli bahan-bahan pendukung pembuatan perangkap hama tersebut. Pihaknya juga berencana mengundang penyuluh pertanian dari Dinas Pertanian Nganjuk untuk memberikan pelatihan lanjutan bagi para petani, khususnya tentang pola tanam musiman yang adaptif terhadap perubahan iklim. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan secara signifikan, sehingga hasil panen sawi putih dari Desa Senjayan bisa mencapai target ekspor ke pasar regional.


Nganjuk- Ketika matahari mulai meninggi dan para petani kembali mencangkul tanah, Aiptu Suyanto pamit dengan pesan terakhir agar mereka tetap menjaga kebersihan lingkungan sekitar lahan untuk mencegah berkembangnya hama dan penyakit tanaman. Ia berjanji akan kembali minggu depan untuk melihat perkembangan implementasi perangkap hama yang telah didiskusikan bersama. Desa Senjayan perlahan menjelma menjadi laboratorium hidup tentang bagaimana sinergi antara kepolisian dan petani mampu menciptakan ekosistem ketahanan pangan yang mandiri, berkelanjutan, dan penuh kebersamaan.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar