Nganjuk- Di balik gemerisik daun jagung yang tertiup angin kemarau, tersimpan kekhawatiran para petani Desa Tembarak akan masa depan hasil panen mereka yang sangat bergantung pada ketersediaan air. Kekhawatiran itu mulai terurai ketika Aipda Sony, Bhabinkamtibmas yang ditugaskan Kapolres Nganjuk sebagai penggerak ketahanan pangan, hadir di tengah mereka untuk memantau secara langsung kondisi lahan dan sumber irigasi. Kehadirannya adalah bukti bahwa Polri serius dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, tidak hanya dengan kebijakan di atas meja, tetapi dengan langkah konkret di lapangan.
Nganjuk- Dengan pendekatan yang santun dan penuh empati, Aipda Sony berdialog panjang dengan para petani tentang strategi bertahan di musim kemarau, mulai dari pemilihan varietas jagung tahan kering hingga teknik pengairan berselang yang terbukti hemat air. Ia juga mengingatkan pentingnya pemupukan berimbang agar tanaman jagung tetap sehat meskipun tekanan air tinggi, serta mengajak petani untuk membentuk tim pengelola air yang bertugas mengatur distribusi secara adil. Semua saran ini diterima dengan antusias, karena petani merasa didengar dan dihargai pendapatnya.
Nganjuk- Kapolsek Kertosono Kompol Joni Suprapto menambahkan bahwa pihaknya akan mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas sebagai jembatan informasi antara petani dan pemerintah, sehingga setiap program bantuan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal. Ia juga berharap agar desa-desa lain di wilayah Kertosono dapat meniru model pendampingan yang diterapkan di Tembarak, sehingga tercipta jaringan ketahanan pangan yang saling menguatkan. Sinergi ini, menurutnya, adalah kunci utama untuk menghadapi tantangan pertanian di era yang semakin tidak pasti.
Nganjuk- Ketika kunjungan usai, para petani mengantar Aipda Sony hingga ke ujung jalan desa dengan senyum lebar dan ucapan terima kasih yang tulus. Mereka tahu bahwa perjuangan melawan kemarau belum selesai, tetapi mereka juga tahu bahwa mereka tidak akan berjuang sendirian. Desa Tembarak telah membuktikan bahwa ketahanan pangan tidak hanya tentang teknologi canggih atau anggaran besar, tetapi tentang kepedulian, kebersamaan, dan kehadiran nyata dari mereka yang bersumpah untuk mengayomi dan melayani masyarakat hingga ke pelosok paling terpencil sekalipun.(Avs)


0 Komentar