Nganjuk- Di bawah terik matahari sore, Aipda Agus H. melangkah di antara barisan tanaman labu air yang menjulur di lahan sela Desa Sonopatik, memeriksa setiap buah yang mulai tumbuh dengan penuh kebanggaan. Bhabinkamtibmas Polsek Berbek ini adalah ujung tombak dari instruksi Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan yang menginginkan polisi terlibat aktif dalam setiap upaya penguatan ketahanan pangan, tidak terkecuali pemanfaatan lahan-lahan kecil yang selama ini terabaikan. Labu air menjadi komoditas pilihan karena perawatannya yang relatif mudah dan potensi pasarnya yang luas, baik sebagai sayuran segar maupun bahan olahan.
Nganjuk- Fokus pendampingan Aipda Agus meliputi aspek teknis dan manajerial, mulai dari pemilihan bibit unggul yang tahan penyakit, penyiapan media tanam yang subur, hingga penjadwalan pemupukan dan pengairan yang efektif. Ia juga mengingatkan warga tentang pentingnya rotasi tanaman untuk menjaga kesuburan tanah dan mencegah penumpukan hama spesifik yang bisa menyerang labu air secara terus-menerus. Petani yang mendapatkan pendampingan mengaku pengetahuan mereka meningkat signifikan, dan mereka merasa lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu hasil panen.
Nganjuk- Dalam pertemuan rutin di salah satu rumah warga, Bhabinkamtibmas mendorong terbentuknya koperasi kecil yang bertugas mengumpulkan hasil panen labu air dari seluruh petani dan memasarkannya secara kolektif ke pasar-pasar besar. Ide ini disambut dengan antusias, karena selama ini petani menjual hasil panen secara individu dengan harga yang sering tidak menguntungkan. Dengan sistem kolektif, mereka bisa menekan biaya distribusi dan mendapatkan harga jual yang lebih baik, sehingga keuntungan yang diperoleh lebih besar.
Nganjuk- Kapolsek Berbek AKP Darminto menutup kunjungannya dengan pesan optimisme bahwa pemanfaatan lahan sela adalah masa depan pertanian perkotaan dan pedesaan yang harus terus didorong. Pihaknya berjanji akan memfasilitasi pelatihan-pelatihan lanjutan, seperti pengolahan labu air menjadi produk bernilai tambah, agar masyarakat Desa Sonopatik tidak hanya menjadi produsen bahan mentah, tetapi juga pelaku usaha kreatif yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas.(Avs)
.jpeg)

0 Komentar