Sambang Kandang, Sentuhan Hati: Aipda Supriyanto Rajut Ketahanan Pangan dari Baleturi


Nganjuk- Sejak pagi buta, Aipda Supriyanto sudah menyusuri jalan setapak menuju peternakan warga di Desa Baleturi, bukan untuk memeriksa dengan wajah tegang, tetapi untuk duduk bersama dan merasakan sendiri detak usaha yang dijalankan para peternak. Ia percaya bahwa ketahanan pangan tidak dibangun di ruang rapat tertutup, melainkan dari lantai kandang yang beralas jerami dan dari percakapan jujur antara aparat dengan rakyatnya. Dalam kunjungan kali ini, ia membawa dua agenda besar: memastikan ternak bebas dari bayang-bayang PMK dan menyerap langsung keluhan tentang dinamika harga yang sering membuat peternak waswas.


Seorang peternak tua dengan mata berbinar menceritakan bagaimana ia hampir putus asa saat wabah PMK melanda beberapa waktu lalu, tapi kini rasa tenang kembali karena hampir seluruh ternaknya telah divaksin. Ia mengaku bahwa vaksinasi adalah anugerah yang membuat mereka berani lagi memulai usaha, tetapi ia juga melontarkan pertanyaan penting tentang bagaimana menjaga agar harga sapi dan kambing tidak jatuh saat musim panen tiba. Aipda Supriyanto mencatat setiap kata dengan seksama, lalu berjanji akan mengangkat suara peternak ini dalam setiap forum koordinasi dengan instansi terkait.


Ia pun menyempatkan diri mengelilingi setiap sudut kandang, memeriksa sirkulasi udara, kebersihan lantai, dan ketersediaan air bersih yang sering menjadi biang keladi penyakit. Dengan nada bersahabat, ia mengingatkan bahwa kandang yang sehat adalah benteng pertama melawan virus, dan peternak harus menjadikan pemeriksaan rutin sebagai kebiasaan, bukan beban. "Perhatikan pakan, jaga kebersihan, dan jangan ragu melapor jika ada kejanggalan," ujarnya, mengulang pesan yang sama kepada setiap peternak yang ia temui.


Warga pun menyambut hangat kepedulian Aipda Supriyanto, menganggapnya bukan sekadar polisi, melainkan teman diskusi yang selalu hadir saat dibutuhkan. Dari kunjungan ini, terukir keyakinan bahwa kolaborasi erat antara Bhabinkamtibmas dan masyarakat adalah kunci untuk mempertahankan sektor peternakan sebagai penopang ekonomi desa. Aipda Supriyanto pulang dengan senyum puas, membawa harapan bahwa Baleturi akan terus menjadi lumbung ternak yang sehat dan berdaya saing. (Avs)


Posting Komentar

0 Komentar