Ketika harga cabai dan tomat di pasaran sedang melambung tinggi hingga membuat ibu-ibu mengeluh, warga Desa Sambirejo justru tersenyum tenang sambil memetik hasil kebun di pekarangan mereka sendiri. Keberhasilan ini tidak lepas dari peran BRIPTU M. N. R Bayu Segara, Bhabinkamtibmas yang rutin memantau dan mendampingi pengelolaan lahan sayur warga binaannya.
Lonjakan harga pangan tidak lagi menjadi momok menakutkan karena setiap keluarga sudah memiliki lumbung hidup yang menghasilkan cabai, terong, dan tomat berkualitas tanpa perantara. AKBP Suria Miftah Irawan menyebut bahwa program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) yang didukung penuh oleh jajaran Polsek Warujayeng ini adalah bukti nyata bahwa antisipasi krisis pangan bisa dimulai dari pekarangan sendiri.
BRIPTU Bayu melakukan monitoring kondisi tanaman secara berkala sambil berdialog dengan warga tentang strategi perawatan di musim kemarau maupun hujan, termasuk cara memupuk yang tepat dan langkah cepat melawan hama ulat yang kerap menyerang tanaman terong. Hasilnya, lahan yang dulu tidak terurus kini menjadi kebun mini yang produktif sepanjang tahun.
Kapolsek Warujayeng menegaskan bahwa pendekatan preventif terhadap krisis pangan melalui pemanfaatan lahan pekarangan adalah investasi jangka panjang yang paling murah namun paling berdampak bagi kesejahteraan masyarakat desa.(Avs)


0 Komentar