Polri Gandeng 77 Kampus, 25 Pusat Studi Kepolisian Resmi Beroperasi Demi Transformasi Pendidikan Polri


Sebagai bagian dari akselerasi transformasi di bidang pendidikan, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus memperluas jaringan kolaborasi dengan dunia akademik, yang kini telah mencatatkan 77 Nota Kesepahaman (MoU) dengan kampus terkemuka di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, dalam Rapat Analisa dan Evaluasi Quickwins di Mabes Polri pada 9 April 2026, mengungkapkan bahwa dari jumlah tersebut, 25 universitas telah memiliki Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan meluncurkan Pusat Studi Kepolisian. Selain itu, 16 Pusat Studi Kepolisian dengan spesialisasi keilmuan telah dibentuk di STIK-PTIK Lemdiklat Polri, menjadikan total pusat studi yang beroperasi semakin masif dalam mendukung transformasi Polri yang adaptif dan terbuka.

Kolaborasi terbaru dilakukan antara Polri dan Universitas Borobudur pada 10 April 2026, di mana Direktur Pascasarjana Universitas Borobudur, Prof. Faisal Santiago, menyatakan antusiasmenya terhadap langkah terbuka Polri dalam memanfaatkan riset ilmiah kampus sebagai dasar kajian penyusunan program-program kepolisian ke depan. Wakapolri menegaskan bahwa pembangunan pusat studi kepolisian merupakan bagian penting dari transformasi Polri, dengan harapan agar kemampuan kampus untuk berpikir kritis dapat memberikan saran dan masukan melalui komunikasi akademik yang terus dibangun. Ia juga menekankan pentingnya penambahan PKS di beberapa Polda agar jejaring akademik Polri semakin luas dan mampu menjangkau lebih banyak daerah kampus.

Pusat Studi Kepolisian yang terbentuk dirancang untuk mendukung pengembangan konsep Smart Policing, yang mencakup kemampuan memprediksi, menghadapi, hingga merehabilitasi permasalahan sosial, serta adaptif terhadap berbagai lingkungan sosial baik di ranah fisik maupun digital. Konsep ini juga bertujuan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan publik secara prima melalui one stop service, dengan didukung personel Polri yang profesional, cerdas, bermoral, dan modern. Wakapolri berharap kolaborasi ini terus berkembang karena Polri terbuka terhadap komunikasi dan siap menerima masukan kritis dari dunia akademik demi kebijakan berbasis data dan keilmuan.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar